Sumbar Bhayangkara Offroad 2011

Off Road
Padang, Padek – Offroader tuan rumah yang semula digadang-gadangkan bakal menjuarai ‘Lintang Enam Sumbar Bhayangkara Offroad (LESBOR) 2011’, ternyata tak mampu mengimbangi apalagi mengungguli kelihaian menggemudi dari para offroad luar Sumbar.
Satu bukti menunjukkan di iven kemahiran mengemudikan jip di trek ekstrim, yang digelar Lintang Enam bersama IOF dan Polda Sumbar, (8-10 Juli), secara mengejutkan dijuarai offroader Oris Qincai/Dedi Matto (061) dari Kerinci Offroad Club.
Tim Oris membukukan total 561 poin dan menasbihkan sebagai juara umum di semua kelas yang diperlombakan, yakni pemula, 2500cc ke bawah dan 2500 cc ke atas.
Sedangkan diposisi kedua ditempati Alex/Sufri (025) dari Solok Jeep Club dengan 528 poin, disusul Vincent/Hidir Ardilan (002) dari Palembang dengan 515 poin.
Dalam perlombaan hari terakhir yang dilaksanakan di Pantai Purus, Danau Cimpago, Padang, Minggu (10/7), semua peserta diharuskan menyelesaikan etape terakhir yang dikemas dalam bentuk trail games di trek pasir pantai. ”Kali ini kami sajikan dalam bentuk slalom dan speed offroad,” ungkap Greeffionk Kamil, Master Track yang didatangkan pihak PT Nusantara Indah Makmur (NIM) selaku distributor produk Lintang Enam dari Jakarta.
Ada dua heat yang harus dilalui offroader. Sebagai patokan, diberi tanda bendera merah dan kuning. Merah berarti belok ke arah kanan, sedangkan kuning untuk belok kiri.
Namun, usai briefing peserta, sekitar jam 9.25 WIB, tiba-tiba angin kencang bertiup menerbangkan payung-payung tenda yang ada di pantai, lalu disertai hujan lebat. Hanya berselang 18 menit kemudian, hujan reda, dan kompetisi dapat dimulai yang banyak ditonton masyarakat penggemar offroad.
Sekitar jam 15.00 WIB, hasil lomba sementara dikeluarkan panitia perlombaan. Setelah masa protes 30 menit dilalui, maka hasil resmi pun ditetapkan.
Selain juara umum, panitia juga pengumuman pemenang untuk kelas A (mesin di bawah 2.500cc) adalah Oris Qincai/Dedi Matto (061) dari Kerinci Offroad Club, disusul Alex/Sufri (025) dari Solok Jeep Club dan Assuhatri/Eryanto (053) dari Top Team Sijunjung, dan Yoga/Dedi (016) dari Pasaman Barat Offroad Club (PBOC) ditempat keempat.
Yang perlu dicatat, Alex yang masih berusia 17 tahun sempat memimpin lomba dengan poin tertinggi pada hari Jumat (8/7) setelah melewati 2 SCS (Special Competition Stage) di daerah Sungai Bangek, Kel. Balai Gadang, Kec. Kototangah. Alex memang offroader junior yang membuat kagum penonton sekaligus diincar offroader lainnya ketika tampil di trek.
Sementara itu, di kelas B (mesin di atas 2.500cc) keluar sebagai pemenang pertama Vincent/Hidir Ardilan (002) dari Palembang, disusul tempat kedua Ferry Amir/Cannon (059) dari tim Badak Batusangkar. Posisi ketiga diisi Buhari/Plambang (099) dari Jambi Jeep Club, disusul Antony Wijaya/Iwan (051) dari Kerinci Offroad Club ditempat ke-4.
Menariknya, Vincent adalah satu-satunya peserta asing. Vincent adalah warganegara Inggris yang sekarang menetap di Palembang.
Untuk kelas standar pemula (pra-ekstrem), Zulhendra/Dodon (147) dari tim DJ 4×4 Dharmasraya keluar sebagai pemenang pertama. Posisi kedua ditempati Poyon/Alim (102) dari Malanyah Padang Panjang. Posisi ketiga Heri/Yanto (150) dari Sago 4×4 Payakumbuh dan Hen/Agus (111) dari Solok Jeep Club ditempat ke-4.
”Syukurlah semua berjalan sukses. Nantikan iven Lintang Enam selanjutnya pada minggu ketiga Oktober di Lubukbasung,” ungkap Regional Manager PT NIM, Dasmir usai perlombaan sambil mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu.
Ini menjadi iven yang ditunggu-tunggu offroader dengan kejuaraan serial.
Sebab, harus tampil pada semua seri agar tidak kehilangan poin kejuaraan. Menurut rencana, Lintang Enam akan membuat sebanyak 4 seri sepanjang tahun 2011-2012, dimana seri pertama di Lubuk basung, seri kedua di Dharmasraya, seri ketiga di Payakumbuh dan seri ke-4 kemungkinan di Padang. (*)
Sumber : Koran Padang Express