TERNAK AYAM BANGKOK

March 18th, 2012 by admin No comments »

http://ayamjagoan.worpress.com
Ayam bangkok Jantan
Mengawinkan induk bukanlah pekerjaan yang sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman.
Hal yang sulit adalah mencari bakal Pejantan dan Indukan yang berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (doddogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran.
Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.

Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Harimau Sumatera Melahirkan di Areal PLTA Kerinci

July 13th, 2011 by admin No comments »

Liputan6.com, Jambi: Barangkali demikian sulitnya bagi harimau Sumatera untuk mencari tempat melahirkan yang cocok dengan habitatnya akibat habisnya hutan. Itulah yang mungkin terjadi ketika warga dan pekerja proyek PLTA Kerinci di Desa Air Mlancar, Kecamatan Batang Marangin, Kabupaten Kerinci, Jambi melihat seekor harimau Sumatera hendak melahirkan. Harimau betina itu terlihat di kebun seorang warga.

“Kami melihat seekor Harimau Sumatera yang akan melahirkan di tengah kebun sawit tak produktif di sekitar lokasi proyek pada April lalu,” ungkap Arfan (27) salah seorang staf proyek, di Kerinci, Sabtu (7/5).

Para pekerja memang sering bertemu seekor harimau hamil lalulalang di kebun dan ladang atau di sekitar areal proyek. “Setelah beberapa saat tidak terlihat barulah diketahui harimau betina itu telah melahirkan dua ekor anak di sebuah lembah dalam areal kebun sawit dekat lokasi proyek,” papar seorang warga. Anak-anak harimau pun bertambah makin besar dan kadang terlihat kesasar di kawasan dekat areal proyek. Tentu saja, para pekerja tak berani mengembalikan anak-anak harimau Sumatera itu ke habitatnya.

Kawasan Muaro Imat Kecamatan Batang Merangin memang merupakan salah satu kawasan teritorial bagi satwa Harimau Sumatera (Panthera Tygris Sumatrae). Kawasan tersebut merupakan kawasan penyangga bagi hutan TNKS. Selain Muaro Imat kawasan pematang bukit Lempur (Kerinci) hingga Tanjung Kasri (Jangkat, Merangin) dan Tapan-Muko-muko (Bengkulu) adalah teritorial utama satwa pemakan daging tersebut.

Harimau Sumatera hingga kini sering terlihat berjalan-jalan di kawasan sekitar Muaro Imat, Kecamatan Batang Merangin dan di area Tanjung Kasri di daerah perkampungan warga. Binatang ganas itu tampak seperti jinak dan tak mengganggu manusia. (ANT/Vin)

Offroader Kerinci Rajai Padang

July 13th, 2011 by admin No comments »

Sumbar Bhayangkara Offroad 2011

Off Road

Off Road

Padang, Padek – Offroader tuan rumah yang semula digadang-gadangkan bakal menjuarai ‘Lintang Enam Sumbar Bhayangkara Offroad (LESBOR) 2011’, ternyata tak mampu mengimbangi apalagi mengungguli kelihaian menggemudi dari para offroad luar Sumbar.

Satu bukti menunjukkan di iven kemahiran mengemudikan jip di trek ekstrim, yang digelar Lintang Enam bersama IOF dan Polda Sumbar, (8-10 Juli), secara mengejutkan dijuarai offroader Oris Qincai/Dedi Matto (061) dari Kerinci Offroad Club.

Tim Oris membukukan total 561 poin dan menasbihkan sebagai juara umum di semua kelas yang diperlombakan, yakni pemula, 2500cc ke bawah dan 2500 cc ke atas.

Sedangkan diposisi kedua ditempati Alex/Sufri (025) dari Solok Jeep Club dengan 528 poin, disusul Vincent/Hidir Ardilan (002) dari Palembang dengan 515 poin.

Dalam perlombaan hari terakhir yang dilaksanakan di Pantai Purus, Danau Cimpago, Padang, Minggu (10/7), semua peserta diharuskan menyelesaikan etape terakhir yang dikemas dalam bentuk trail games di trek pasir pantai. ”Kali ini kami sajikan dalam bentuk slalom dan speed offroad,” ungkap Greeffionk Kamil, Master Track yang didatangkan pihak PT Nusantara Indah Makmur (NIM) selaku distributor produk Lintang Enam dari Jakarta.

Ada dua heat yang harus dilalui offroader. Sebagai patokan, diberi tanda bendera merah dan kuning. Merah berarti belok ke arah kanan, sedangkan kuning untuk belok kiri.

Namun, usai briefing peserta, sekitar jam 9.25 WIB, tiba-tiba angin kencang bertiup menerbangkan payung-payung tenda yang ada di pantai, lalu disertai hujan lebat. Hanya berselang 18 menit kemudian, hujan reda, dan kompetisi dapat dimulai yang banyak ditonton masyarakat penggemar offroad.

Sekitar jam 15.00 WIB, hasil lomba sementara dikeluarkan panitia perlombaan. Setelah masa protes 30 menit dilalui, maka hasil resmi pun ditetapkan.

Selain juara umum, panitia juga pengumuman pemenang untuk kelas A (mesin di bawah 2.500cc) adalah Oris Qincai/Dedi Matto (061) dari Kerinci Offroad Club, disusul Alex/Sufri (025) dari Solok Jeep Club dan Assuhatri/Eryanto (053) dari Top Team Sijunjung, dan Yoga/Dedi (016) dari Pasaman Barat Offroad Club (PBOC) ditempat keempat.

Yang perlu dicatat, Alex yang masih berusia 17 tahun sempat memimpin lomba dengan poin tertinggi pada hari Jumat (8/7) setelah melewati 2 SCS (Special Competition Stage) di daerah Sungai Bangek, Kel. Balai Gadang, Kec. Kototangah. Alex memang offroader junior yang membuat kagum penonton sekaligus diincar offroader lainnya ketika tampil di trek.

Sementara itu, di kelas B (mesin di atas 2.500cc) keluar sebagai pemenang pertama Vincent/Hidir Ardilan (002) dari Palembang, disusul tempat kedua Ferry Amir/Cannon (059) dari tim Badak Batusangkar. Posisi ketiga diisi Buhari/Plambang (099) dari Jambi Jeep Club, disusul Antony Wijaya/Iwan (051) dari Kerinci Offroad Club ditempat ke-4.

Menariknya, Vincent adalah satu-satunya peserta asing. Vincent adalah warganegara Inggris yang sekarang menetap di Palembang.
Untuk kelas standar pemula (pra-ekstrem), Zulhendra/Dodon (147) dari tim DJ 4×4 Dharmasraya keluar sebagai pemenang pertama. Posisi kedua ditempati Poyon/Alim (102) dari Malanyah Padang Panjang. Posisi ketiga Heri/Yanto (150) dari Sago 4×4 Payakumbuh dan Hen/Agus (111) dari Solok Jeep Club ditempat ke-4.

”Syukurlah semua berjalan sukses. Nantikan iven Lintang Enam selanjutnya pada minggu ketiga Oktober di Lubukbasung,” ungkap Regional Manager PT NIM, Dasmir usai perlombaan sambil mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu.
Ini menjadi iven yang ditunggu-tunggu offroader dengan kejuaraan serial.

Sebab, harus tampil pada semua seri agar tidak kehilangan poin kejuaraan. Menurut rencana, Lintang Enam akan membuat sebanyak 4 seri sepanjang tahun 2011-2012, dimana seri pertama di Lubuk basung, seri kedua di Dharmasraya, seri ketiga di Payakumbuh dan seri ke-4 kemungkinan di Padang. (*)
Sumber : Koran Padang Express

Cephalgia Sakit Kepala Kronis?

March 1st, 2011 by admin No comments »

CEPHALGIA
Pendahuluan
Cephalgia atau nyeri kepala termasuk keluhan yang umum dan dapat terjadi akibat banyak sebab yang membuat pemeriksaan harus dilakukan dengan lengkap. Sakit kepala kronik biasanya disebabkan oleh migraine, ketegangan, atau depresi, namun dapat juga terkait dengan lesi intracranial, cedera kepala, dan spondilosis servikal, penyakit gigi atau mata, disfungdi sendi temporomandibular, hipertensi, sinusitis, dan berbagai macam gangguan medis umum lainnya. Walaupun lesi structural jarang ditemukan pada kebanyakan pasien yang mengalami cephalgia, keberadaan lesi tersebut tetap penting untuk diwaspadai. Sekitar satu pertiga pasien tumor otak » Read more: Cephalgia Sakit Kepala Kronis?

Virus Enterobacter sakazakii, dan Bagaimana Mengantisipasinya

February 17th, 2011 by admin No comments »

Belakangan banyak tersebar dalam berita di berbagai media mengenai Produk Susu Formula yang mengandung bakteri Sakazaki sebenarnya apa siy bakteri Sakazaki tersebut. Sekilas tentang Sakazaki : Enterobacter sakazakii merupakan bakteri gram negatif anaerob fakultatif, berbentuk koliform (kokoid), dan tidak membentuk spora. [2] [3]. Bakteri ini termasuk dalam famili Enterobacteriaceae [4]. Sampai tahun 1980 E. sakazakii dikenal dengan nama Enterobacter cloacae berpigmen kuning. [5]. Pada tahun 1980, bakteri ini dikukuhkan dalam genus Enterobacter sebagai suatu spesies baru yang diberi nama » Read more: Virus Enterobacter sakazakii, dan Bagaimana Mengantisipasinya